Lembar Kerja Kameramen

Posted: February 25, 2013 in Let's Make A Movie
Tugas&Tanggung Jawab Cameraman
 
Istilah kameraman disebut juga sebagai D.O.P atau Director Of  Photograpy adalah seorang seniman yang melukis dengan cahaya. Setiap kameraman harus bisa dan familiar dengan komposisi serta semua aspek teknik berikut dari segi sudut pengambilan gambar, ukuran gambar hingga pergerakan gambar. Begitu juga dengan pengendalian kamera untuk menyelesaikan permasalahan teknis dan berkoordinasi dengan sutradara yang muncul selama perekaman gambar.
 
Seorang kameramen juga mempunyai tugas 3 proses dalam pembuatan film, di antaranya Pra Produksi, Produksi, dan Pasca Produksi. Dari ketiga tugas tersebut harus dilakukan sesuai dengan description yang dia pegang.
 
1. Pra Produksi
 
Proses perencanaan dan persiapan produksi sesuai dengan kebutuhan, tujuan dan khalayak sasaran yang dituju. Meliputi persiapan fasilitas dan teknik produksi, mekanisme operasional dan desain kreatif (Riset, Penulisan Outline, Skenario, Storyboard, dsb.).
  1. Mempelajari semua naskah yang sudah di setujui oleh produser.
  2. Mengimplementasikan naskah ke dalam sebuah bentuk dan gerak serta tata letak kamera melalui floor plan kamera.
  3. Menguasai macam – macam segi kamera agar sesuai dengan kualitas gambar yang akan di pakai untuk proses produksi.
  4. Berdiskusi tentang ilustrasi yang akan di ambil dalam segi floor plan dengan sang sutradara.
2.  Produksi
 
Proses pengambilan gambar di lapangan atau shooting, Pada tahap ini kameramen diberikan pengarahan dari seorang sutradara tentang rencana visual yang akan dibuat. Secara sistematis rencana ini dibuat kedalam breakdown script . Dengan breakdown script memudahkan semua element kru dalam bekerja nantinya. Sutradara mendiskusikan shot – shot seperti apakah yang harus dibuat.
  1. Mengoperasikan kamera untuk Shooting live atau taping program, baik di dalam maupun di luar studio.
  2. Memberikan saran ke Director untuk pengambilan gambar terbaik.
  3. Bertanggung jawab untuk pemeliharaan kamera agar tetap siap operasi.
  4. Bertanggung jawab terhadap kualitas gambar, komposisi dan lensa.
  5. Selalu menggunakan istilah teknik dalam operasional produksi.
  6. Bekerjasama dengan baik bersama semua kru produksi.
  7. Mengikuti instruksi director / pengarah acara untuk memperoleh gambar sesuai dengan script.
3. Paska Produksi
 
Tidak banyak hal yang dilakukan oleh kameramen pada tahap ini. Untuk produksi drama televisi, kameramen terkadang diminta bantuan oleh editor untuk menjelaskan hal – hal tertentu yang bisa jadi tidak dimengerti oleh editor, namun biasanya hal ini bisa dihandle oleh sutradara atau produser. Untuk memudahkan editor dalam bekerja, setelah pengambilan gambar, kamerawan membuat camera report yang berisi tentang semua keterangan camera report lengkap dengan time code atau keterangan waktu.
  1. Melakukan pengepakan kamera set untuk transportasi bila akan melakukan shooting di luar kota / negeri.
  1. Bertanggung jawab untuk pemeliharaan kamera agar tetap dalam kondisi prima.
  2. Memberikan semua hasil yang di catat saat produksi kepada editor.
4. Peran Dan Tanggung Jawab
 
Seperti profesi lainnya, kameramen sebagai bagian dari kru produksi film dan televisi mempunyai tugas dan tanggung jawab yang spesifik. Pada umumnya seorang kameramen tidak bekerja sendiri (Kecuali untuk hal tertentu), Dan secara umum tugas serta tanggung jawab kameramen meliputi :
  1. Berdiskusi dengan produser serta sutradara, membahas tentang rencana produksi.
  2. Mempelajari Naskah.
  3. Menginterplementasikan sebuah adegan atau scene.
  4. Memberi masukan bagaimana agar bisa mendapatkan gambar yang baik.
  5. Memilih peralatan kamera serta penunjangnya.
  6. Bekerjasama dengan sutradara.
  7. Melakukan pengambilan gambar atau shooting.
5. Poses Penciptaan Karya
 
Dalam proses penciptaan suatu karya, seorang seniman atau kreator dalam menuangkan ide – idenya dapat melalui beberapa tahapan, diantaranya :
  1. Membuat desain untuk menemukan suatu bentuk yang optimal.
  2. Penyelesaian bentuk karya dengan media yang disesuaikan.
Kesuksesan dalam menghasilkan suatu karya ditentukan oleh pengaturan atau penyusunan unsur – unsur berdasarkan kaidah – kaidah komposisi, seperti gelap – terang, tekstur dan warna dalam karya tersebut. Sedangkan komposisi adalah kesatuan, keseimbangan dan irama.
 
            Kesatuan dapat digolongkan menjadi tiga tipe, yaitu: statis, dinamis, dan metastatis. Statis memiliki sifat tenang dan stabil, dinamis memiliki sifat fleksibel dan mudah menyesuaikan, dan metastatis memiliki sifat campuran antara statis dan dinamis.
 
            Keseimbangan artinya tidak berat sebelah, dalam hal ini seimbang berdasarkan nilai rasa. Keseimbangan dalam komposisi dibedakan menjadi tiga macam, yaitu : Simetris, Asimetris dan Memusat. Keseimbangan simetris, unsur bagian kiri dan kanan sama persis. Sebagai contoh, hiasan kepala kala yang terdapat pada pintu masuk Candi, motif hias kain tenun atau kain ikat, topeng, dsb. Keseimbangan asimetris, unsur bagian kiri dan kanan tidak sama, namun memiliki kesan rasa seimbang. Sedangkan keseimbangan memusat, penyusunan unsur – unsur rupa secara terpusat atau fokus pada tengah – tengah bidang.
 
            Irama merupakan penyusunan unsur – unsur rupa secara teratur dari pengulangan suatu unsur rupa. Ini maksudnya untuk menimbulkan kesan gerak pada suatu bentuk. Macam-macam tipe dalam irama, yaitu type repetitive (pengulangan unsur – unsur yang sama), type alternative (pengulangan unsur-unsur secara selang-seling antara unsur – unsur yang berbeda), type progresif (pengulangan dengan perubahan ukuran atau perubahan bentuk dari suatu unsur, dsb).
 
6. Kendala Produksi
 
Kendala dan kesalahan bisa terjadi pada siapapun demikian juga bisa terjadi pada seorang kameramen. Kesalahan bisa diminimalisai bahkan seharusnya bisa di hindari jika kita dapat melewati semua prosedur dengan baik. Berikut merupakan kesalahan – kesalahan berdasarkan pengalaman penulis serta teman – teman dilapangan :
 
1. Persiapan peralatan shooting termasuk peralatan kamera dan pendukungnya memang dipersiapkan oleh teknisi. Tapi baiknya, sebagai kameramen anda juga harus ikut mengecek secara keseluruhan apakah kamera serta alat pendukung lainnya bisa bekerja dengan baik. Bukan tidak boleh percaya pada teknisi yang memang bertugas menyiapkan peralatan, karena sebagai kameramen seharusnya andalah ”yang paling tahu” tentang semua fungsi kamera.
 
2. Saat ini jenis kamera tersedia beragam, dari kamera paling kecil hingga kamera ukuran besar, dari yang menggunakan pita sampai yang menggunakan media hardisk / tapeless. Jangan pernah menganggapa semua kamera sama. Jika anda belum pernah menggunakan jenis kamera yang belum pernah anda gunakan sebelumnya. Baiknya anda pelajari semua fiture yang tersedia di kamera tersebut. Jangan sampai anda butuh waktu lama hanya untuk mencari fasilitas white balance saja misalnya.
 
3. Dilapangan apapun bisa terjadi, karena merasa sudah terbiasa dengan kondisi yang mirip atau sama, terkadang kameramen menyepelekan tempat atau lokasi pengambilan gambar. Sebelum berangkat ke lapangan. Jangan terlalu berasumsi bahwa dilapangan sama saja. Jika anda tidak sempat untuk hunting lokasi yang akan dijadikan tempat pengambilan gambar.
 
4. Produksi acara televisi dan film merupakan teamwork, saling keterkaitan antara satu kru dengan kru yang lainnya. Sebuah produksi akan berantakan ketika kerjasama tidak berjalan dengan baik. Kerjasama yang baik adalah ketika kita tahu persis semua job desk masing – masing. Kita harus sepakat untuk saling menghargai, dan ini yang dinamakan profesionalisme. Adu argumentasi adalah hal yang sangat wajar bahkan baik, tapi lakukanlah hal tersebut pada saat pra produksi atau saat break produksi.
 
5. Penyakit alamiah ini bisa terjadi pada siapapun adalah lupa, termasuk pada seorang kameramen profesional sekalipun. Karena lupa, bisa sangat membahayakan sebuah produksi. Kesalahan lupa ini biasanya karena factor kesengajaan juga.
 
7. Solusi
  1. Persiapan yang matang sebelum shooting dari pra produksi, produksi hingga  pasca produksi.
  2. Pelajari semua Fiture yang ada pada kamera, terlebih jika kamera tersebut jenis terbaru dan belum pernah anda gunakan secara detail fungsinya.
  3. Hunting lokasi sebelum shooting agar lebih mudah beradaptasi dengan lokasi yang akan anda ambil gambar dalam proses shooting nanti.
  4. Selalu menjaga hubungan baik terhadap semua kru terutama sutradara karena sutradaralah yang bertanggung jawab dalam sebuah produksi hingga hasil film yang akan dibuat menjadi master.
  5. Jangan membawa persoalan pribadi kedalam sebuah produksi, karena dapat memecah konsentrasi kameramen yang berakibat “Lupa”, Kemudian berkembang ke arah lebih fatal dalam sebuah proses produksi film yang akan dibuat. (Riezky Adrian,25/2/2013).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s