TYPE OF SHOT

Posted: February 25, 2013 in Let's Make A Movie
            Untuk menghasilkan gambar yang benar dan sesuai dengan makna di balik shot, seorang kameraman perlu mengetahui beragam type of shot atau ukuran framing. Ukuran framing lebih merujuk pada seberapa besar ukuran objek mengisi komposisi ruang frame kamera. Ukuran framing dibagi menjadi beberapa ukuran standar berdasarkan jauh dekatnya objek tersebut :
 
1. Establingshing Shot (ES)
 
            Pengambilan gambar / shooting yang di ambil dari jarak yang sangat jauh atau dari “pandangan mata burung”, biasanya untuk membangun pengetahuan dimana lokasi kejadian.
 
2. Long Shot (LS)
 
            Shooting dilakukan dari jarak jauh, tetapi tidak sejauh establish shot.digunakan untuk penekanan terhadap lingkungan sekitar atau setting dalam scene.
3. Medium Shot (MS)
 
            Shooting untuk membuat frame actor. Biasanya dilakukan dari pinggang ke atas. Medium shot (MS) bisa digunakan untuk membuat focus terhadap 2 orang actor yang saling berhadapan dan beinteraksi,missalnya: debat, berpelukan dan sebagainya.
 
4. Over Shoulder Shot (OSS)
 
            Shooting Untuk mengambil gambar actor melalui pundak actor yang lain,digunakan ketika para actor saling bertatapan muka satu sama lain.contoh salah satu actor berbicara kepada actor yang lain sedangkan yang lain mendengarkan.
 
5. Close – Up (CU)
 
            Shoting diambil dari jarak dekat. Biasanya focus kepada wajah,digunakan untuk memperlihatkan ekspresi wajah / mimic dari actor. Memperhatikan detail objek, atau untuk mengarahkan audience pada suatu elemen yang dipentingkan.
 
6. Extreme Close – Up (ECU)
 
            Adalah pengambilan suatu gambar sebesar mungkin menampakan bagian tertentu dari tubuh manusia atau menampilkan detail objek, Misal pengambilan gambar pada mata atau mulut. Fungsinya adalah mengetahui detail suatu objek. Objek mengisi seluruh layer, dan detailnya sangat jelas.
 
7. Big Close – Up (BCU)
 
            Adalah pengambilan gambar pada daerah kepala untuk menunjukan sifat – sifat yang tercermin dari wajah seseorang atau bagian dari wajah. Misalnya, kedalaman pandangan mata, kebencian raut muka, dan keharuan seseorang. Hal tersebut merupakan ungkapan dalam komposisi BCU.
 
8. Knee Shot (KS)
 
            Adalah teknik pengambilan gambar hanya sebatas kepala hingga lutut. Shot ini sering digunakan untuk memperkaya keindahan gambar, terutama saat transisi gambar. Knee Shot disebut juga Medium Full Shot. Fungsinya hampir sama dengan Medium Shot. Disebut Knee Shot karena memberi batasan framing tokoh sampai kira – kira ¾ ukuran tubuh.
 
9. Full Shot (FS)
 
            Adalah pengambilan gambar pada objek secara penuh dari kepala hingga kaki dengan ruang gerak objek sempit. Secara teknis, batasan atas diberi sedikit ruang untuk Bad Room atau jarak. Tipe ini disebut dengan Medium Long Shot. Fungsinya adalah memperlihatkan objek beserta lingkungannya.
 
10. Extreme Long Shot (ELS)
 
            Adalah pengambilan gambar melebihi long shot dengan menampilkan lingkungan objek secara utuh, serta menyajikan bidang pandangan yang sangat luas, jauh, panjang, dan berdimensi lebar. Fungsi ELS adalah menunjukan bahwa objek tersebut bagian dari lingkungannnya, berinteraksi dengan lingkungan atau ruang, sekaligus mempertegas atau membantu imaginasi ruang cerita dan peristiwa kepada penonton.
 
11. Group Shot (GS)
 
            Adalah sejenis pengambilan gambar yang mengutamakan suatu kelompok orang sebagai objek gambarnya. Fungsinya adalah memperlihatkan adegan sekelompok orang dalam melakukan suatu aktivitas.
 
12. Obyektive Camera
 
Tehnik pengambilan di mana kamera menyajikan sesuai dengan kenyataannya.
 
13. Subyektive Camera
 
Tehnik pengambilan di mana kamera berusaha melibatkan penonton dalam peristiwa. Seolah – olah lensa kamera sebagai mata si penonton atau salah satu pelaku dalam adegan.
 
 MOVING CAMERA (Pergerakan Kamera)
 
            Pergerakan kamera (Moving Camera) akan menghasilkan gambar yang berbeda. Pergerakan kamera adalah istilah untuk memudahkan komunikasi kepada operator kamera guna menyebut arah gerak kamera karena perangkat kamera ini berubah posisi dalam proses pengambilan gambar demi sebuah nilai dan estetika video. Variasi gerakan kamera  dapat dilihat perbedaannya pada istilah – istilah berikut :
 
1. Panning
 
            Adalah gerakan kamera secara horizontal (posisi kamera tetap ditempat) dari kiri ke kanan, ataupun sebaliknya. Pan Right adalah gerak kamera mendatar dari kiri ke kanan. Sedangkan Pan Left adalah gerakan kamera mendatar dari kanan ke kiri.
 
Panning dibagi tiga jenis berikut :
 
a. Following Pan : Kamera akan mengikuti gerakan dari objek dengan gerakan panning ke kiri atau ke kanan.
 
b. Surveying Pan : Kamera yang bergerak secara perahan guna menelusuri pemandangan, baik hanya sekelompok orang ataupun pemandangan alam.
 
c. Interrupted Pan : Adalah gerakan panning yang halus, tetapi tiba – tiba dihentikan dengan maksud untuk menghubungkan dua buah objek, dan objek tersebut terpisah satu sama lain.
 
2. Tilting
            Adalah gerakan kamera secara vertical (posisi kamera tetap ditempat) Dari atas ke bawah, ataupun sebaliknya. Pada prinsipnya, tilting masih sama dengan gerakan panning yakni kamera tetap berada pada tripotnya. Disebut Tilt Up jika gerakan kameranya secara vertikal dari bawah ke atas (mendongkrak). Sedangkan Tilt Down adalah gerak kamera secara vertical dari atas ke bawah (menunduk).
 
3. Tracking
 
            Adalah gerakan camera yang mendekati atau menjauhi objek. Track In adalah gerakan kamera mendekati objek. Sedangkan Track Out adalah gerak kamera menjauhi objek.
 
4. Crabing
 
            Adalah gerakan kamera secara lateral atau menyamping, dan berjalan sejajar dengan subjek yang sedang berjalan. Kamera bergerak mengitari objek. Crab Left adalah kamera yang berputar bergerak ke kiri, sedangkan Crab Right ialah kamera bergerak ke kanan.
 
5. Zooming
 
            Adalah gerakan lensa zoom yang mendekati atau menjauhi objek secara optic, dengan mengubah panjang fokal lensa dari sudut pandang lebar, ataupun sebaliknya. Sehingga gerakan ini bisa memperbesar atau memperkecil objek. Kamera bergerak menjauh atau mendekati objek dengan menggunakan tombol zooming yang ada pada kamera.
 
6. Follow
 
            Adalah pengambilan gambar yang dilakukan dengan cara mengikuti objek yang bergerak. Follow Thru adalah gerakan kamera yang maju mengikuti gerakan objek yang membelakangi kamera.
 
7. Lead
 
Adalah gerakan kamera yang mundur mengikuti gerakan maju suatu objek.
 
8. Dolly
 
            Adalah kedudukan kamera pada tripot, dan diatas landasan rodanya. Disebut Dolly In jika bergerak maju, dan dinamakan Dolly Out bila bergerak menjauh. Dolly In dapat digunakan untuk meningkatkan perhatian, rasa ketegangan, dan rasa ingin tahu. Sedangkan Dolly Out digunakan untuk mengurangi rasa tegang, secara rasa ingin tahu dan harapan.
 
9. Fading
 
            Adalah pergantian gambar secara perlahan. Apabila gambar baru masuk menggantikan gambar yang disebut Fade In, sedangkan jika gambar yang ada perlahan – lahan menghilang, lalu digantikan dengan gambar baru maka dinamakan Fade Out.
 
10. Framing
 
            Adalah gerakan yang dilakukan oleh objek untuk memasuki (In) atau keluar (Out) dari Framing Shot.
 
11. Crane Shot
 
            Adalah gerakan kamera yang dipasang pada alat Bantu mesin beroda dan bergerak sendiri bersama kameraman, baik mendekati maupun menjauhi objek.
 
12. Still (Tanpa Gerakan Kamera )
 
            Dalam teknik pengambilan gambar tanpa menggerakan kamera, yang bergerak hanyalah objek yang diambil (moving object). Caranya dalah kamera sejajar dengan  mengikuti pergerakan objek, baik ke kiri maupun ke kanan. Disebut Walking In jika objek bergerak mendekati kamera. Dan, disebut Walking Out bila objek menjauh kamera.
 
CAMERA REPORT
 
Production Company    : Sinopsis Production   
Project Title                      : Jakarta Buta Jakarta
Cameraman                      : Riezky Adrian
Durasi                                : 24 Menit
Time Broadcast               : 20:00 – 20:30 WIB
 
No
Scene
Shot
 Visual
Take
Video
Shot Size
Angle
Moving
1.
1
1
– MS
High Angle
Still
1
– Pintu rumah terbuka, yang muncul dari dalam yakni bapaknya Dini. Jali yang hendak bertamu, menunjukkan sikap hormatnya.
2
– MS-MCU- CU
Eye Level
Still
3
– Bapaknya Dini duduk di salah-satu kursi teras. Jali dengan terus bersikap hormat, duduk di bangku lainnya.
3
– MS
High Angle
Still
1
– Bapaknya Dini nampak tak suka, dia berdiri dan hendak masuk rumah. Tapi karena Jali tetap duduk saja, bapak itu bertambah tak suka.
4
– MS
High Angle
Still
1
– Bapaknya Dini masuk rumah, lalu menutup pintu dengan ketidak sukaannya. Tinggallah Jali sendirian dengan kekesalannya.
2.
2
1
– MS-MCU
Eye Level
Still
2
– Sebuah ruang kerja seorang dosen sejarah.Sejumlah buku sejarah ada di meja kerja. Pak Aryo, yang lagi telponan dengan HP, memberitahu.
2
– MS-MCU- ECU
Eye Level
Still
3
– Sebuah kamar kos mahasiswi.Sandra yang lagi telponan dengan Pak Aryo, menunggu sambil siap mencatat pada selembar kertas.
3
– MS-MCU
Eye Level
Still
2
– Pak Aryo telponan.
4
– MS-MCU
Eye Level
Still
2
– Sandra telponan.
3.
3
1
– ES – MS -MCU
Eye Level
Still
3
– Sebuah kios agen iklan koran.Jali memparkir sepedamotornya dengan kekesalan yang dibawanya. Atang yang berada di pintu kios, memperhatikannya dengan heran
2
– MS
Eye Level
Still
1
– Jali hendak masuk ke kios.
4.
4
1
– MS MCU – CU
High Angle
Still
3
– Bapaknya Dini muncul dari ruang tengah, langsung memberitahu Dini yang baru saja pulang.
5.
5
1
– ES – MS
Eye Level
Still
2
– Jali, yang baru saja duduk dengan kekesalannya, mengeluarkan HP dari sakunya karena HP berdering. Lalu melihat nama penelponnya: Sayangku. Jali menjadi bingung, dia menoleh pada Atang yang sejak tadi memperhatikannya. Jali dengan terus bingung membiarkan saja HP terus berdering.
6.
6
1
– ES- MS- CU
– High Angle – Eye Level
Still
 3
– Dini heran karena telponannya tak disambut. Bapaknya terus memperhatikan. Dini kembali menggunakan HP, mengontak lagi.
2
-MCU
Eye Level
Still
1
– Melihat nama Sayangku kembali muncul pada HP, Jali memencet tombol No!
7.
7
1   2
– MS -MCU – CU
Eye Level
Still
3
– Karena telponannya dimatikan, Dini menjadi kesal.
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
– Dini terkejut, memandang bapaknya dengan tak mengerti.
 3
 – MS
 High Angle
 Still
 1
 – Bapaknya Dini tak peduli, berbalik dan melangkah pergi. Dini menjadi bingung, segera dia menyusul bapaknya ke ruang dalam.
8.
8
1
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
 – Atang terus memperhatikan Jali yang terus pula tegang.
9.
9
1
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
– Tas besar berisi pakaian dan peralatan yang hendak dibawa pergi masih terbuka, bahkan masih ada alat rias yang belum dimasukkan. Sandra nampaknya sudah siap untuk pergi, dia menggunakan HP, mengontak nomor Budi sesuai dengan catatan nomor telpon pada lembar kertas.
10.
10
1
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
– Jali lagi memeriksa berkas pemasangan iklan di dekat Atang, lalu mendengar dering HPnya. Cepat dilihatnya siapa yang menelponnya. Nomor baru yang tak dikenalnya. Lalu disambutnya.
2
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
– Sandra telponan.
3
– MS
Eye Level
Still
1
– Sandra mematikan HPnya.
11.
11
1
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
– Jali sambil meneruskan pekerjaannya, nampak kesal. Atang memperhatikannya.
12.
12
1
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
– Sandra menggunakan HPnya lagi, menelpon dengan penasaran.
2
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
– Jali mengangkat HPnya lagi, dan melihat nomor yang sama. Lalu dengan kesal diberitahukannya.
3
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
– Sandra menjadi bingung.
13.
13
1
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
– Jali bertambah kesal. Atang pun menjadi prihatin memperhatikannya.
14.
14
1
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
– Sandra masih penasaran, kembali dia mencoba menelpon.
15.
15
1
– MS
Eye Level
Still
1
– Melihat nomor yang sama di HPnya, Jali tak mau mengangkatnya, dibiarkan saja – – HP berdering.- Jali jadi berpikir.
2
– MS
Eye Level
Still
1
-Jali menjadi tertarik.
3
– MS
Eye Level
Still
1
– Jali lalu meraih HPnya yang tergeletak di meja, mau disambutnya.Tapi tiba-tiba dering HP mati.
16.
16
1
– ES – MS -MCU
Eye Level
– Till Up – Still
3
– Pak Aryo sedang menerima telpon dari Sandra sambil membuka buku catatan telpon.
2
– MS – CU – ECU
Eye Level
Still
3
– Sandra telponan sambil memeriksa catatan di lembar kertasnya, dan dia terkejut.
3
– CU – ECU
Eye Level
Still
2
– Sandra menutup HP sambil memperbaiki catatan nomor telponnya.
17.
17
1
– ES  – MS
Eye Level
 -Swing – Still
2
– Jali gelisah dengan HP di tangan, dia tak sabar mengharap mendapatkan telpon lagi. Atang yang lagi sibuk dengan pekerjaannya, diam-diam meliriknya. Jali bangkit. Sebentar dia melihat ke Atang, setelah itu dia keluar. Atang menjadi memandang kepergian Jali tersebut.
18.
18
1
– ES  – MS – CU
Eye Level
– Pan Left – Still
3
– Sandra menelpon sesuai dengan nomor yang baru ditulisnya. Tapi kemudian terdengar suara operator tentang telpon yang sedang sibuk. Sandra melihat jam di tangannya. Lalu mencoba lagi menelpon, kali ini nada sibuk langsung terdengar. Sandra menjadi bingung, cepat-cepat dia memasukkan alat rias ke dalam tas dan menutupnya. Tiba-tiba HP bordering. Sandra menyambutnya.
2
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
– Jali-jali bersandar pada dinding, agak bersembunyi. Dia telponan dengan HP.
3
– MS – CU
Eye Level
Still
2
– Sandra telponan.
4
-MCU
Eye Level
Still
1
– Jali telponan.
5
– CU
Eye Level
Still
1
– KAMAR SANDRA
6
-MCU
Eye Level
Still
1
– DEPAN KIOS
7
– CU
Eye Level
Still
1
– KAMAR SANDRA
8
-MCU
Eye Level
Still
1
– DEPAN KIOS
9
-MCU
Eye Level
Still
1
– Atang ternyata sudah di pintu, dia memperhatikan telponannya Jali dengan tersenyum geli.
19.
19
1
– ES – MS -MCU
Eye Level
– Pan Left – Still
3
– Sandra mencium tangan bapak dan ibunya Dini. Tas besarnya Sandra dibawa oleh Dini. Setelah selesai cium tangan, Dini menarik Sandra untuk memasuki kamar.
2
– MS
Eye Level
Still
1
– Ibu dan bapaknya Dini menjadi saling pandang, mereka pun tertawa. Sandra menjadi tersenyum. Dini menggandengnya.
3
– MS – OSS
Eye Level
Still
2
– Dini menjadi berhenti, memandang Sandra dengan memikirkannya.- Dini menarik Sandra hingga keduanya masuk kamar.
20.
20
1
– MS – OSS
Eye Level
Still
2
– Sandra heran pada sikap Dini yang terburu-buru membawanya masuk kamar.
2
– MS – CU
Eye Level
Still
2
– Sandra menatap Dini dengan terus heran. Terdengar suara ibunya Dini.
3
– MS
Eye Level
Still
1
– Dini dan Sandra menoleh ke arah luar kamar.
4
– MS
Eye Level
Still
1
– Dini keluar, dan menutup pintu dari luar kamar.
21.
21
1
– MS – CU
Eye Level
Still
2
– Jali turun dari sepedamotor yang baru saja diparkirnya. Dia melihat jam di tangan, lalu meraih HP, dan menggunakannya.
2
– MS – CU
Eye Level
Still
2
– Sandra menyambut telponan Jali dengan senang.
3
– CU
Eye Level
Still
1
– DEPAN KIOS
4
– CU
Eye Level
Still
1
– KAMAR RUMAH DINI
5
– CU
Eye Level
Still
1
– DEPAN KIOS
6
– CU
Eye Level
Still
1
– KAMAR RUMAH DINI
7
– CU
Eye Level
Still
1
– DEPAN KIOS
8
– MS
Eye Level
Still
1
– Jali menutup HP dengan terus senang. Namun tiba-tiba dia kebingungan.
9
– MS – CU
Eye Level
Still
2
– Jali benar-benar bingung, segera dia masuk kios.
22.
22
1
-MS
Eye Level
Still
1
– Melihat Jali muncul, Atang yang lagi bekerja dengan komputer, menoleh.
23.
23
1
– MS -MCU – CU – Frog Eye View
– Eye Level – Low Level
Follow
4
– Di antara kendaraan-kendaraan lain, Jali dengan sepedamotornya bergerak perlahan sambil mengamati sekeliling.
24.
24
1
– MS – CU
Eye Level
– Pan Left – Still
2
– Jali mengamati sekeliling sambil mengendarai motornya. Dia melihat tukang ketoprak lagi membenahi dagangannya di pinggir jalan, Jali mendatanginya.
2
– MS – CU
Eye Level
Still
2
– Tukang ketoprak kecewa, cepat menggeleng, lalu sambil menggerutu dia sibuk lagi dengan dagangannya.
25.
25
1
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
– Nur menunggu bus dengan tidak sabar. Dia diherankan oleh datangnya Jali yang menghentikan motornya persis di hadapannya.
2
-MCU
Eye Level
Still
1
– Nur berpikir mempertimbangkannya.
3
-MCU
Eye Level
Still
1
– Nur pun menjadi tertawa.
26.
26
1
– MS
Eye Level
Still
1
– Sandra memotret-motret patung Pembebasan Irian Barat. Dini, di dekatnya, mengamati sekeliling. Lalu dia memberitahu.
2
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
– Dini meninggalkan Sandra. Dan Sandra terus sibuk dengan tustelnya.
27.
27
1
– MS
Eye Level
Still
1
– Max gelisah di salah-satu pintu masuk lapangan atau ujung jalan menuju patung. Dia lagi menunggu. Pandangannya terus menerus ke jalan raya. Motor yang dikendarai Jali dan memboncengi Nur, lewat di depannya. Max terkejut. Jali meluncur memasuki jalan di dalam lapangan, menuju patung. Max nampak marah, dia berlari mengejar Jali.
28.
28
1
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
– Jali parkir di tepi jalan, di dekat patung. Nur turun dari boncengan. Max sampai, dia langsung marah-marah pada Nur.
2
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
– Jali heran pada Max yang marah-marah seperti itu. Dia menghampiri.
3
– MS
Eye Level
Still
1
– Sandra ternyata memperhatikan keributan itu, dan menjadi terkejut mendengar penjelasan Jali tersebut.
4
– MS
Eye Level
Still
1
– Sandra menjadi tidak suka mendengar ucapan Jali tersebut.
5
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
– Jali meninggalkan Max, bergegas mendekati patung. Lalu dia melihat Sandra. Sandra pun terus memperhatikannya. Keduanya menjadi saling pandang. Jali menduga cewek yang lagi saling pandang dengannya adalah Sandra, dia menjadi senang.
6
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
– Jali mendekat, tapi Sandra menyambutnya dengan marah.
7
– MS -MCU
Eye Level
Still
2
– Sandra pergi dengan kemarahannya. Jali menjadi kebingungan. Sandra terus melangkah gegas, benar-benar pergi. Jali tidak putus asa, dia segera mengejar.
 8
 -MCU
 Eye Level
 Still
 1
 – Sementara itu Max dan Nur nampaknya terus berbicara dengan sama-sama serius.
 
29.
29
1
– MS
-MCU
Eye Level
Still
2
– Sandra terus bergegas. Jali terus mengejar hingga kemudian mencegatnya.
2
– MS
Eye Level
Still
1
– Sandra tak peduli, kembali dia bergerak hendak pergi. Jali mencegatnya lagi.
3
-MCU
Eye Level
Still
1
– Sandra meninggalkan Jali dengan terus marah. Jali menjadi terdiam, dan kemudian ada yang diingatnya.
4
-MCU
Eye Level
Still
1
– Jali teringat pada.
5
– CU
Eye Level
Still
1
– DEPAN RUMAH DINI
6
– MS
-MCU
Eye Level
Still
2
– TEPI LAPANGAN BANTENG
7
-MCU
Eye Level
Still
1
– Jali menjadi gugup.
8
-MCU
Eye Level
Still
1
– Jali menunjukkan ambekkannya.
9
-MCU
Eye Level
Still
1
– Jali kembali gugup.
10
-MCU
Eye Level
Still
1
– Jali menatap Dini dengan
tajam. Dini tersenyum dengan manis. Jali menjadi salah-tingkah.
11
-MCU
Eye Level
Still
1
– Dini menatap tajam.
12
– MS
-MCU
Eye Level
Still
2
– Dini kembali tersenyum,  tambah manis. Jali lalu menggenggam lengan Dini sehingga salah-satu botol minuman terjatuh. Keduanya kaget. Tapi kemudian sama-sama tertawa. Sandra, di tepi jalan, ternyata memperhatikan mereka. Jali dan Dini terus tertawa. Jali hendak mengambil botol lain di tangan Dini, tapi Dini tak mau memberikannya.
30.
30
1
– MS
-MCU
High Angle
Still
2
– Pintu terbuka, bapaknya Dini muncul, langsung memandang Jali dengan tajam.
2
-MCU
Eye Level
Still
1
– Jali menjadi gugup.
3
-MCU
Eye Level
Still
1
– Jali, meski terus gugup, dia pun tersenyum.
 
(Riezky Adrian, 25/2/2013).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s