TEKNIS

Posted: February 25, 2013 in Let's Make A Movie
Cameraman
 
1. Kamera Video
 
            Kamera video adalah perangkat kamera yang digunakan untuk mengambil gambar bergerak dan menyimpannya pada media tertentu, dimana kemudian akan dilakukan proses pengolahan.
 
Jenis Kamera Video :
 
a. Berdasarkan Format terbagi menjadi dua yaitu :
 
    1. Analog
    2.   Digital
 
b. Berdasarkan Media Rekam :
  1. Betamax
  2. VHS
  3. 8mm
  4. VHS-C
  5. DV(Digital Video)
  6. Mini DV
  7. Betacam
  8. Memori stick
  9. Mini Disc
2 Tahapan Memaksimalkan Penggunaan Kamera Video :
 
1.  Kenali dan Pahami Kamera Video.
 
2. Semua alat yang akan digunakan harus benar – benar dikuasai, agar dapat    meminimalisasikan kesalahan pengambilan gambar nantinya.
 
Rekaman video dikatakan layak untuk dilihat dan disimpan jika memenuhi 4 syarat :
 
1. Cukup pencahayaan.
2. Fokus.
3. Stabil.
4. Cukup durasi.
 
Rekaman video yang layak dinikmati harus memenuhi kaidah – kaidah sebagai berikut :
 
1.       Balance, Framing, Compositions : Horizontal Lines, Vertical Lines, Thirds Ratio, Diagonal Lines, Triangle, Perspective, Looking Room, Walking Room, Head Room, Golden Mean, Background, Foreground.
 
2.       Frame Cutting Points : Extreme Close Up, Big Close Up, Close Up, Medium Close Up, Medium Shot, Medium Long Song, Long Shot, Extreme Long Shot.
 
3.       Other Types Of Shot : 2 Shot, 3 Shot, Group Shot, Over Shoulder Shot, Establishing Shot.
 
4.       Camera Movement : Panning ( Left, Right, Up, Down ), Tracking ( In, Out, Follow, Revolve ), Truck ( Left, Right ), Zooming ( In, Out ).
 
5.       Camera Angle # 1 : Normal Angle, Low Angle, High Angle.
 
6.       Camera Angle # 2 : Objective Camera, Subjective Camera.
 
7.       Shot By Camera Positions : Face Shot, ¾ Shot, Profile Shot, Over Shoulder Shot.

8.       Shooting Rules : Jump Cut, Crossing The Line, Continuity.

3.  Sebuah karya videografi yang selesai dan siap ditonton     umumnya melewati tahap – tahap berikut ini:
  1. Pra Produksi : Proses perencanaan dan persiapan produksi sesuai dengan kebutuhan, tujuan dan khalayak sasaran yang dituju. Meliputi persiapan fasilitas dan teknik produksi, mekanisme operasional dan desain kreatif ( riset, penulisan outline, skenario, storyboard, dsb).
  2. Produksi : Proses pengambilan gambar di lapangan (Shooting).
  3. Pasca Produksi : Proses penyuntingan di ruang editing, memadukan hasil rekaman video dengan berbagai elemen audio visual lainnya.
  4. Presentasi : Menyajikan hasil penyuntingan (editing) dalam format siap tonton (kaset, VCD, DVD, dsb).
  5. Distribusi : Penyebarluasan karya videografi (screening, penjualan, broadcasting, webcasting, dsb).
4.  Tips Merekam Video Dengan Sempurna :
 
       Jika memungkinkan, selalu pergunakanlah manual focus.
  1. Atur white balance pada setiap perpindahan lokasi atau pergantian sumber pencahayaan.
  1. Jika melakukan pengambilan gambar di luar ruangan (outdoor shooting), posisikan matahari di belakang anda. Begitu juga sumber pencahayaan lainnya.
  2. Gunakan tripod atau alat bantu lainnya.
  3. Dalam kondisi rekaman tanpa alat bantu (Handhelds), pegang dan kendalikan kamera video Anda sedemikian rupa agar hasil rekaman tetap stabil.
  1. Gunakan zooming hanya untuk menata komposisi ambilan gambar. Hindari penggunaannya pada saat merekam (rolling), kecuali jika ada maksud untuk tujuan tertentu atau memang disengaja karena hasil rekaman akan diproses lebih lanjut (editing).
  2. Shoot to edit. Pastikan untuk memproses lebih lanjut setiap hasil rekaman Anda (editing). Untuk itu, rekaman video harus diciptakan dan dipersiapkan sedemikian rupa agar siap untuk diproses lebih lanjut (variasi dan kelengkapan gambar, durasi setiap shot, menghindari fasilitas kamera yang tidak diperlukan, dsb.)
  3. Jaga durasi setiap shot. Jangan terlalu panjang dan monoton (tanpa variasi), namun juga jangan terlalu pendek. Minimal antara 8 hingga 10 detik. Tidak ada batas maksimal karena tergantung action yang direkam. Namun sebaik sudah mulai merekam 3 hingga 5 detik sebelum action berlangsung. Berikan durasi yang sama setelah action berlangsung.
  4. Jaga setiap shot dalam kondisi steady tanpa pergerakan kamera, setidaknya selama 10 detik. Jika suatu shot akan berisi pergerakan kamera, berikan awalan dan akhiran dalam kondisi steady dengan durasi setidaknya 3 hingga 5 detik.(Riezky Adrian, 25/2/2013).
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s