Jobdesk Producer

Posted: February 28, 2013 in Let's Make A Movie
PRODUKSI TV DRAMA
 
BSI
                                                     SINOPSIS PRODUCTION
                                                                     PRESENT
 
“Kisah antara Sejarah dan kehidupan anak muda Jakarta Yang buta akan  Jakarta dan sejarah yang ada dan di tandai dengan sebuah monumen atau patung”
 
                                                                    SERIAL
                                             ”JAKARTA BUTA JAKARTA
 
DESAIN PRODUKSI
Diajukan untuk memenuhi kewajiban tugas akhir jurusan Penyiaran Oleh :
 
                  Bagus Dwi Andrianto              42090609
                  Riezky Adrian                               42091037
                  Doni Andika                                   42091006        
                  Budhi Tri Atmojo                       42091053
                 Dewi Sartika Bintang              42091079
                 Kartika Dewi Muchtar            42091023
                 Isnaeni                                              42091096
 
                                                  Jurusan Broadcasting
                       Akademi Komunikasi Bina Sarana Informatika
                                                                    Salemba
                                                                        2012

LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN
 
Desain produksi ini telah disetujui dan disahkan sebagai syarat kelulusan Tugas Akhir Akademi Komunikasi jurusan Broadcasting Bina Saran Informatika.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DOSEN PEMBIMBING                                                                              KETUA JURUSAN
              (Tofa)                                                                                                (Anisti, S.Sos)
 
Kata Pengantar
 
            Dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan puji syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ALLAH SWT atas segala karunia yang telah dilimpahkan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir. Penyusunan tugas akhir ”Drama” merupakan salah satu syarat kelulusan.
 
Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, bimbingan dan saran kepada penulis, yaitu:
  1. Ibu Anisti, S.Sos dan Bapak Tofa selaku Dosen Pembimbing tugas akhir  Bina Sarana Informatika yang telah bersedia meluangkan waktu untuk memberikan pengarahan dalam menyusun tugas ini.
  2. Ibu Anisti, S.Sos. selaku Kepala Jurusan komunikasi Bina Sarana Informatika.
  3. Kedua oang tua kami yang telah begitu banyak memberikan dorongan, bantuan dan doa restunya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini.
  4. Rekan-rekan mahasiswa lainnya yang telah menjalani kuliah bersama-sama dan banyak membantu dalam informasi berita.
Akhir kata, meskipun penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan tugas ini, namun penulis tetap menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari sempurna dan masih terdapat banyak kekurangan dikarenakan keterbatasan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki oleh kami, untuk itulah kami sangat mengharapkan saran-saran dan kritik yang sifatnya konstruktif.
 
  Jakarta,  April 2012
 
 
 
 
                                                                                                                          Produser,
                                                                                                                         (Budhi Tri Atmojo)
 
BAB I
PENDAHULUAN
1.1             Latar Belakang Program
 
Jakarta adalah sebuah kota metropolitan dengan orang-orang yang memiliki tingkat kesibukan yang cukup tinggi. Namun dari kesibukan mereka yang cukup tinggi banyak yang melupakan sisa masa sejarah yang sebenarnya hadir di sekitar kita khususnya di daerah Jakarta.
 
Hal itulah yang menjadi keinginan kami untuk turut ikut serta menghadirkan siaran yang bertemakan tentang warga Jakarta yang buta akan kotanya sendiri khusunya dengan sejarah yang ada dan memang dari sejarah itu dibuat simbolisasi suatu tempat dan nama yang sebenarnya menjadikan momok sejarah tersebut.
 
Patung Pembebasan Irian Barat sudah ada lama berdiri di kawasan Jakarta pusat, persis yang kita kenal dengan lapangan banteng. Di tempat itulah tepat berdiri simbolisasi suatu sesajarah tentang konflik papua pada era tahun 1960an. Namun banyak warga Jakarta yang kerap tidak mengenali nama patung tersebut dan lokasinya walaupun sering di lewati oleh warga ibu kota Jakarta.
 
Jenis Program                                   : Drama
Tema                                :Tentang seberapa banyak anak Negeri yang mengetahui hingga sampai sampai saat ini ternyata kurang memahami posisi letak nama patung pembebasan Irian Barat.
 
1.2       Maksud dan Tujuan Pembuatan Program
1.2.1    Akademis
Design Produksi ini dibuat sebagai salah satu kewajiban hak memenuhi syarat kelulusan.
 
 1.2.2    Praktisi
Mengimplementasikan kemampuan akademik baik teori maupun praktek dengan menciptakan sebuah karya Produksi TV Drama.
 
1.2.3    Umum
Menyampaikan Informasi tentang sesuatu peristiwa dalam sebuah karya drama, hingga masyarakaat dapat mengetahui peristiwa atau sejarah dan letak keberadaan inti dari sebuah butki sejarah.
 
1.3           Metode Penelitian
 
1.3.1        Observasi
 
Dalam melakukan riset atau pengumpulan data, di dalam program drama“Jakarta Buta Jakarta“ penulis melakukan observasi riset data dan riset lapangan untuk mengetahui beberapa objek yang akan dimasukkan ke dalam program drama“Jakarta Buta Jakarta“. Observasi adalah peninjauan secara cermat ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ).  Tim melakukan pengumpulan data secara langsung dengan melihat objek penelitian di lokasi yang akan penulis datangi.
 
1.2.1        Studi Pustaka
 
Penulis juga berusaha untuk melengkapi data-data yang berdasarkan fakta seperti melalui internet serta melakukan studi pustaka dengan membaca buku yang berkaitan dengan Drama Televisi. Studi pustaka adalah penelitian ilmiah; kajian; telaahan buku (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Penulis memperoleh data ke perpustakaan melalui literature buku-buku yang relevan dengan cara memiliki beberapa referensi buku-buku sebagai panduan kerja yang berkaitan dengan produksi tugas akhir. Juga dari beberapa website.
 
1.2.2    Referensi Pustaka dan Audio Visual
 
Penulis membuat program Drama Televisi “Jakarta Buta Jakarta“ ini terinspirasi dengan program-program produksi audio visual di televisi yang ada sekarang ini. Seperti Program Coockies (SCTV), Termehek-mehek (Trans TV). Dokumentasi audio visual adalah bersifat dapat didengar dan dilihat ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ).
 
1.3             Ruang Lingkup
 
Penulis membuat program drama televisi “Jakarta Buta Jakarta“ ini sebagai suatu tayangan yang memberikan informasi edukasi yang menghibur, yang dapat di ambil sisi positif oleh penonton, berdurasi tayang selama 24 menit, acara ini mengetengahkan seputar permasalahan dan gaya hidup remaja dengan sejarah. Sesuai dengan tema yang penulis angkat, maka ruang lingkup dari program ini berupa permasalahan dan gaya hidup remaja masa kini.
 
1.5 Deskripsi Program
  1. Kategori Program               : Informasi dan Edukasi
  2. Media                                   : Televisi
  3. Format Program                 : Drama Televisi
  4. Judul Program                    : Jakarta Buta Jakarta
  5. Durasi  Program                 : 24 (menit)
  6. Target Audience                 : 1. Anak – anak (12 – 16)                                                2. Dewasa      (18 – 35)
                                                         3. Orang Tua (36 Ketatas)
7.Jenis Kelamin                         : Pria dan Wanita
8. Status Ekonomi Sosial         : B (Menengah Keatas)
C (Menengah   kebawah)
9.Psikografi                                 : Pemirsa Umum, Remaja, orang tua
  1. Karakteristik Produksi    : Record (single Camera)
  2. Jam tayang                         : Hari Minggu pukul 15:00 wib
  3. Alasan                                 : Pada hari dan jam tayang   tersebut Baik orang dewasa maupun remaja Libur dan banyak menikmati acara Hiburan di televisi
Spesifikasi Kamera
Sony HVR Z7E
  • Jenis / Seri Kamera          : Sony HVR Z7E
  • ND Filter                            : Clear, 1/4, 1/16, 1/64
  • Lensa                                : Carl Zeiss Vario-Sonnar T* zoom lens,
12x (optical), f = 4.4 to 52.8 mm, f = 32.0 to 384 mm* at 16:9 mode, f = 39.5 to 474 mm* at 4:3  mode, filter diameter : 72 mm
  • White balance                  : Auto, one-push auto (A/B positions), indoor (3200 K), outdoor (selectable level -7 to +7, approx. 500K/step), manual WB Temp (selectable 2300K to 15000K, 100K/step)
  • Picture element               :  Approx. 1,037,000 pixels (effective), approx. 1,120,000 pixels (total)
  • Focus                              : Auto,manual (focus ring/one push auto/infinity/ AF assist/ focus macro).
  • Level Gain                       : -6, -3, 0 , 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21 dB
  • Rec Mode                       : HDV1080/50i, DVCAM, DV SP 576/50i (PAL)
  • Audio / video output        : 10-pin connector A/V OUT jack
(composite, unbalanced audio x2ch with the supplied cable).
  • External Mic input            : XLR 3-pin female x 2ch
  • LCD                                  : 3.2-inch type (Viewable area
measured diagonally), XtraFine LCD approx. 921,600 dots, hybrid type, 16:9 aspect ratio.
  • Viewfinder                       : 0.45-inch type (Viewable are measured diagonally), approx. 1,226,880 dots (852x480x3[RGB]), 16:9 aspect ratio.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Landasan Teori
2.1.1 Teori Komunikasi Masa
Komunikasi adalah suatu proses hubungan percakapan terhadap satu orang atau lebih, yang biasa kerap disebut dengan komunikan. Komunikasi yang banyak di jumpai dalam segi kehidupan masyarakat adalah komunikasi massa.
Komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa dalam hal ini media massa modern yang terdiri dari surat kabar, majalah, radio, televisi dan film.
Beberapa defenisi komunikasi massa :
  1. Komunikasi massa adalah proses di mana informasi diciptakan dan disebarkan oleh organisasi untuk dikonsumsi khalayak (Ruben, 1992)
  2. Komunikasi massa adalah pesan-pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah orang. (Bittner, 1980)
  3. Komunikasi massa adalah suatu proses dimana komunikator-komunikator menggunakan media untuk menyebarkan pesan-pesan secara luas, dan secara terus menerus menciptakan makna-makna yang diharapkan dapat mempengaruhi khalayak yang besar dan berbeda-beda dengan melalui berbagai cara. (DeFleur dan Denis, 1985).
Seperti kita ketahui, media adalah suatu ‘alat’ yang menghubungkan kita dengan dunia luar. Tanpa media, kita akan sulit mengetahui apa yang terjadi di sekeliling kita. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa media adalah sumber informasi utama bagi semua orang di dunia. Media dapat digolongkan menjadi tiga menurut jenisnya, yaitu media cetak yang terdiri dari koran, majalah, dll. Media elektronik terdiri dari televisi, radio, dan dengan media online. Keunggulan media elektronik adalah :
  • Cepat, dari segi waktu, media elektronik tergolong cepat dalam menyebarkan berita ke masyarakat luas.
  • Ada audio visual, media elektronik mempunyai audio visual yang memudahkan para audiensnya untuk memahami berita.(khusus televisi)
  • Terjangkau luas, media elektronik menjangkau masyarakat secara luas.
      Salah satunya televisi. televisi adalah sebuah media komunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata “televisi” merupakan gabungan dari kata tele (jauh) dari bahasa Yunani dan visio (“penglihatan”) dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”
Penggunaan kata “Televisi” sendiri juga dapat merujuk kepada “kotak televisi“, “acara televisi“, ataupun “transmisi televisi“. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia ‘televisi’ secara tidak formal sering disebut dengan TV (dibaca: tivi, teve ataupun tipi.)
 
2.1.2 Program Televisi
 
Media televisi tumbuh dan berkembang pada abad ke 20, pamor televisi semakin menanjak. Manusia bisa mengetahui kejadian atau peristiwa dunia dengan hanya menyentuh tombol dengan telunjuk jari. Budaya asing bukan lagi menjadi budaya asing. Itu semua karena perkembangan teknologi audio visual”. Televisi membawa berbagai kandungan informasi, dimana pesan-pesannya dalam kecepatan tinggi menyebar ke seluruh tempat yang dengan mudah diterima tanpa meributkan fasilitas yang terlalu beragam.
 
Hal ini membuat orang bisa secara langsung mendapatkan informasi yang dibutuhkan tanpa membutuhkan waktu yang lama. Disinilah peranan televisi demikian penting dan dibutuhkan oleh manusia.
 
“Dari semua media komunikasi yang ada, televisilah yang paling berpengaruh pada kehidupan manusia. Karena perkembangan televisi yang sangat cepat dari waktu ke waktu, media ini memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari”. Hal ini lah yang menjadi dasar dalam pembuatan program drama “Jakarta Buta Jakarta”, agar pesan dari program ini dapat cepat tersampaikan kepada para remaja.
 
2.1.3 Format Acara
 
“Format acara televisi adalah sebuah perencanaan dasar dari suatu konsep acara televisi yang akan menjadi landasan kreativitas dan desain produksi yang akan terbagi dalam berbagai kriteria utama yang disesuaikan dengan tujuan dan target pemirsa acara tersebut”.
 
2.2 Treatment
 
Program Produksi TV (Drama) ini berdurasi selama 24 menit, akhir dari sebuah drama ini berisi dengan informasi yang bersifat edukasi.
 
2.3 Analisa
Pada pembahasan analisa kali ini, penulis berpendapat bahwa analisa seharusnya tidak penulis lakukan, karena dalam pengertiannya analisa dilakukan oleh orang lain terhadap program ini. Namun, dalam hal ini penulis lebih menjelaskan pada proses kerja setiap bidang produksi.
 
2.3.1` Lembar Kerja Produser
 
Defenisi Produser, Produser adalah seseorang yang bertanggung jawab secara umum terhadap seluruh produksi. Dalam hal ini proses kerja produser mencakup manajemen produksi, seperti perencanaan, pengorganisasian, penyusunan (pra-produksi), penggarapan (produksi), review (pasca produksi).
 

2.3.1.1  Pra produksi

  1. Mempersiapkan rapat redaksi
  • Mengatur waktu yang akan di laksanakan
  • Membuat conference kecil sebelum rapat redaksi
  • Memimpin rapat redaksi
  • Menentukan ide program yang akan di buat
  • Memilih perangkat media yang akan di gunakan dan set visual saat proses editing
  • Mengatur set decoration dengan crew tata artistic
  • 2.Mengusulkan tema dan topic
  • Tema dan topic menjadi acuan utama dari program setelah sebuah ide tercipta, tujuannya agar program yang di buat benar-benar terkonsep.
  • Memilih Crew yang akan bertugas
  • Menentukan crew dengan kinerja yang baik untuk keberlangsungan sebuah program acara.

2.3.1.2  Produksi

  1. Mengawasi dan mengkoordinir crew dalam produksi Bertujuan agar semua hasil meeting (rapat) dapat terealisasikan saat produksi Memberikan arahan apabila crew mendapat kesulitan.

2.3.1.3  Pasca Produksi

  1. Melihat kelengkapan data hasil shooting
  2. Tujuannya merevisi semua hasil shooting, karena akan berpengaruh dalam proses editing.
  3. Menyesuaikan hasil shooting dengan kebutuhan
  4. Bertujuan agar semua hasil gambar dalam proses editing sesuai dengan konsep, dan alur cerita.

EQUIPMENT LIST ( CHECK LIST)

Production Company    : BSI

Produser                          : Budhi Tri Atmojo

Project Title                     : Jakarta Buta Jakarta

Director                            : Doni Andika Kurniadi

No
Nama Alat/prod.
Seri
Jumlah
Keterangan
1
Camera
z-7
1
Ready to use
2
Batere
Lithium pack
2
Max. ready to use
3
Lighting
Kinoplo, red head, blonde
Oke
4
Lensa
Optional (Fix)
1
Oke
5
Costume/wardrob
Optionable
6
Tripot
Tanaka
2
Oke
7
Charger
Sony
2
Oke

SHOOTING SCHEDULE

Production Company    : BSI    (Sinopsis Production)

Produser                          : Budhi Tri Atmojo

Director                             : Donny Andika Kurniadi

Camera                              : Riezky Adrian

Project Title                       : Jakarta Buta Jakarta

Durasi                                 : 24 (menit)

No
Hari dan Tanggal
Waktu Pelaksanaan
Kegiatan
1
Jum’at, 15 June 2012
06.00 – 8.00
Preparation tools
2
8.00 – 12.10
Shooting Indoor
3
12. 10 – 13.00
Break Lunch
4
13.00 – 16.30
Shooting Indoor
5
16.30 – 17.00
Coffee break
6
17.00 – 21.00
Shooting Indoor
7
21.00 – 21.15
Review
8
21.15 – 22.15
Clear up tools
9
Sabtu, 16 june 2012
07.00 – 08.00
Checking equipment
10
08.00 – 08.45
Go to location
11
08.45 – 09.45
Preparation tools
12
09.45 – 13.45
Next shooting outdoor
13
13.45 – 14.00
Break lunch
14
14.00 – 17.30
Next Shooting outdoor
15
17.30 – 17.45
Clear up tools
16
17.45 – 18.15
Review
17
Minggu, 17 June 2012
All days
Review – minus take
18
Senin, 18 June 2012
7 days
Editing
1.3.1        Lembar Kerja Sutradara
 
Proses kerja sutradara meliputi proses kerja saat pra  produksi, produksi dan paska produksi. Seorang sutradara haruslah memahami betul pekerjaannya. Dengan begitu ia akan mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawabnya.
Sutradara Televisi adalah seseorang yang menyutradarai Program Acara Televisi yang terlibat dalam proses kreatif dari Pra hingga Paskaproduksi, baik untuk Drama maupun Nondrama dengan lokasi di studio (In-Door) maupun alam (Out-Door), dan menggunakan sistem produksi Single atau Multi Kamera.
 
2.3.2.1 Pra Produksi
 
1. Memikirkan ide-ide kreatif yang berasal dari ide
program sutradara.
2.  Mengembangkan ide kreatif tersebut dengan penulis naskah.
3.  Survey lokasi akan di ambil dalam proses produksi
4. Casting character.
 
2.3.2.2 Produksi
 
1. Mengimplementasikan sebuah ide dan naskah kedalam bentuk visual.
 
2. Mendirect talent dengan karakter yang di tugaskan hingga terjadi kekuatan dalam cerita.
 
3. Bekerja sama dengan kameraman, lighting person dan audioman dalam pengambilan gambar, audio dan pencahayaan yang di perlukan.
 
2.3.2.3 Pasca Produksi
 
1. Me-review hasil semua pengambilan gambar dengan editing, dan berdiskusi untuk hasil visualisasi.
 
2. Memberi arahan kepada editor dalam penyuntingan gambar yang baik dalam proses produksi.
 
3. Adjustable audio baik dalam segi level dan memberikan sentuhan sound effect  untuk hasil yang sesuai dengan program yang di buat.
 
1.3.2        Lembar Kerja Penulis Naskah
 
Naskah adalah blue print sebuah film, dimana penlis naskah harus melakukan riset ataupun survey suatu cerita agar cerita yang akan di angkat sesuai dengan keasliannya. Di antara tugasnya penulis naskah berperan dalam tiga aspek produksi yaitu pra-produksi, produksi dan pasca produksi.
 
2.3.3.1 Pra Produksi
 
1.  Riset dan survey mengenai cerita yang akan di tulis.
 
2. Melakukan brain-storming naskah dengan produser dan sutradara.
 
3. Melakukan revisi naskah sesuai dengan hasil brain-storming.
 
2.3.3.2 Produksi
 
1. Bekerja sama dengan sutradara dalam pengimplementasian dari sebuah naskah.
 
2. Mendistribusikan naskah kepada pemain dan kru yang membutuhkan.
 
2.3.3.3 Pasca Produksi
 
1. berdiskusi dengan editing dan sutradara dalam proses penyuntingan gambar.
 
2.3.4 Lembar Kerja Kameraman
 
Istilah Kameraman disebut juga sebagai D.O.P atau Director of Photography adalah seorang seniman yang melukis dengan cahaya. Setiap Kameraman harus bisa dan familiar dengan komposisi dan semua aspek teknik pengendalian kamera dan biasanya dipanggil untuk menyelesaikan permasalahan teknis yang muncul selama perekaman film. (http://alamsyah029.blogspot.com/2011/08/tentang-kameramen-i.html).
Seorang kameraman juga mempunyai tugas 3 proses dalam pembuatan film, di antaranya Pra Produksi, Produksi, dan Pasca Produksi. Dari ke tiga tugas tersebut harus di lakukan sesuai dengan description yang dia pegang.
 
2.3.4.1 Pra Produksi
 
1. Mempelajari semua naskah yang sudah di setujui oleh produser.
 
2. Mengimplementasikan naskah ke dalam sebuah bentuk dan gerak dan tatak letak kamera melalui floor plan kamera.
 
3. Menguasai macam-macam segi kamera agar sesuai dengan kwalitas gambar yang akan di pakai untuk proses produksi.
 
4. Berdiskusi tentang ilustrasi yang akan di ambil dalam segi floor plan dengan sang sutradara.
 
2.3.4.2 Produksi
 
1. Mengoperasikan kamera untuk Sooting live atau taping program, baik di dalam maupun di luar studio.
 
2. Memberikan saran ke Director untuk pengambilan gambar terbaik.
 
3. Bertanggung awab untuk pemeliharaan kamera agar tetap siap operasi.
 
4. Bertanggung jawab terhadap kualitas gambar, komposisi dan lensa.
 
5. Selalu menggunakan istilah teknik dalam operasional Produksi.
 
6. Bekerjasama dengan baik bersama semua crew produksi.
 
7. Mengikuti instruksi director/pengarah acara untuk memperoleh gambar sesuai script.
 
2.3.4.2 Pasca Produksi
 
1. Melakukan pengepakan kamera set untuk teransportasi bila akan melakukan shooting di luar kota/negeri.
 
2. Bertanggung awab untuk pemeliharaan kamera agar tetap siap operasi.
 
3. Memberikan semua hasil yang di catat saat produksi kepada editor.
 
(http://musa666.wordpress.com/2010/08/26/cameramen/)
(http://dikiumbara.wordpress.com/2008/07/27/produksi-televisi-part2/)
 
2.3.5        Lembar Kerja Tata Artistik
 
artistic adalah departemen yang bertugas memberikan ilustrasi visual ruangan dan waktu, dipimpin seorang Art Director, seorang designer produksi memiliki tugas utama, membantu sutradara untuk menentukan konsep film secara keseluruhan, baik aspek visual, suasana, konsep warna, sound dan segala sesuatu hasil-hasil dari film tersebut. Untuk menjalankan profesinya penata artistic membutuhkan kejelian dan ketepatan untuk menerjemahkan ide kreatif sutradara sejak dalam perancangan film.
 
Seorang tata artistic juga mempunyai tugas mulai dari pra produksi, produksi hingga pasca produksi.
 
2.3.5.1  Pra Produksi
  1. Rapat Produksi.
  2. Membaca naskah.
  3. Pengenalan lokasi shooting
  4. Mencari referensi
  5. Menggambar Floor Plan
  6. Menyusun breakdown artistic
  7. Menyusun peralatan
  8. Menyusun anggaran
  9. Hunting property
  10. Data ulang property
2.3.5.2 Produksi
 
1. Merealisasikan dari floor plan yang telah di buat.
 
2. Membantu sutradara dan kameraman dalam segi artistik jika ada sedikit perubahan.
 
3. Membantuk kebutuhan para talent yang sesuai dengan karakter, seperti costume dll.
 
2.3.5.3 Pasca Produksi
 
1. Menyusun property yang telah di pakai.
 
2. Merawat semua set / property yang sudah di duganakan agar dapat di fungsikan kembali jika ada property yang sama.
 
(http://b4tlle.wordpress.com/2010/11/20/tata-artistik/)
 
2.3.6        Lembar Kerja Audioman
 
Audioman biasa juga di sebut sebagai audio person, tugasnya dapat mengoperasikan peralatan audio dan membalance ouput audio dan merecord audio hingga mendapati kualitas suara yang baik, dalam dunia broadcast tugas seorang audioman / audio person tidak jauh beda dengan soundman / soundengineer yang biasa sering dikenal di dunia audio khususnya di acara2 konser2.
 
Tugas Audio Person dalam dunia broadcast maupun per film-an juga ada 3 proses di antaranya Pra-Produksi, Produksi dan Pasca produski.
 
2.3.6.1  Pasca Produksi
  1. Menentukan  equipment audio yang akan di pakai baik itu microphone hingga system outputnya (stereo atau mono)
  2. Mencari referensi mengenai soundeffect  / backsound music, atau membuat ilustrasi music agar sesuai dengan film yang akan di garap.
  3. Memeriksa semua kebutuhan audio agar smua kebutuhan berjalan dengan baik.
2.3.6.2  Produksi
  1. Bertanggung jawab atas semua equipment audio yang di pakai.
  2. Me-record input yang masuk, dan memback up hasil yang sudah di record .
2.3.6.3  Pasca Produksi
  1. Bekerja sama dengan editor untuk hasil audio yang sudah di record saat produksi.
  2. Memberikan hasil refensi audio untuk di pakai backsound / soundeffect di film yang telah di record.
  3. Memeriksa semua equipment audio yang telah di pakai untuk produksi.
  4. Me-review hasil audio dengan sang produser, juga editing setelah proses mixing dari editing visual ke audio.
(http://articleaudio.wordpress.com/, http://agustuslima.wordpress.com/tag/audioman/)
 
2.3.7        Lembar Kerja Lighting / Penata Cahaya
 
Tugas utama penata cahaya adalah merencanakan sekaligus memainkan pencahayaan pada saat pementasan / shooting berjalan sehingga pencahayaan mendukung penciptaan latar suasana panggung / hasil visual. Jelas bahwa penata caha perlu berkoordinasi dengan piñata cameramen maupun artistic. Seorang penata cahaya harus memiliki pengetahuan memadai dalam hal mixer cahaya.
 
Tugasnya pun mempunyai tahapan-tahapan dalam pembuatan film diantaranya pra-produksi, produksi, pasca produksi.
 
(http://suyoto.wordpress.com/pementasan/)
 
2.3.7.1 Pra Produksi
 
1. Mempersiapkan semua kebutuhan dalam segi pencahayaan, baik dari sepesifikasi lighting hingga filter yang akan di pakai.
 
2. Memeriksa semua alat yang akan di pakai berkordinasi dengan crew.
 
2.3.7.2 Produksi
 
1. Memperhatikan perbandingan Hi light (bagian ruang yang paling terang) dan shade (bagian yang tergelap) agar tidak terlalu tinggi atau biasa disebut hight contrast.
 
2. Perlu memperhatikan karakteristik tata cahaya dalam kaitannya dengan kamera yang digunakan.
 
3. Menjaga semua peralatan tata cahaya yang di gunakan.
 
4. Bekerja sama dengan sang kameraman juga sutradara dalam penempatan lighting dan segi penataan cahaya agar sesuai dengan scence dan shoot yang di ambil.
 
2.3.7.2 Pasca Produksi
 
1. Merawat semua equipment yang telah di pakai, agar dapat beroperasi dan di gunakan untuk pembuatan / tahap selanjutan.
 
2. Me-review hasil tata cahaya yang telah record saat produksi oleh editor.
 
3. Presentasi dan Evaluasi.
 
(http://www.perpuskita.com/tahap-membuat-film/141/)
 
BAB III
PENUTUP
 
3.1       Kesimpulan
 
3.1.1    Pra Produksi
 
            Membuat suatu program drama televisi yang berkualitas, baik dari segi pemilihan tema sampai teknis pengambilan gambar untuk disesuaikan dengan standar broadcast adalah bukan hal yang mudah. Dan bagaimana program tersebut dapat diterima oleh masyarakat dan bersaing dengan tayangan lain pada jam yang sama dengan stasiun televisi lainnya.
 
            Pada tahap pra produksi ini, penulis menyimpulkan bahwa tahap pra produksi merupakan tahap penting sebelum menuju tahap produksi. Karena di tahap ini penulis mempersiapkan segala sesuatunya untuk tahap produksi yaitu shooting agar semuanya berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana.
 
3.1.2    Produksi
 
            Tidak berbeda dengan mekanisme kerja di dalam sebuah produksi drama televisi yang membutuhkan kekompakan satu sama lain, persamaan persepsi, saling pengertian dan kolaboratif yang selaras. Jika didalam proses kerja terjadi suatu permasalahan penulis berusaha mendiskusikan secara bersama dengan crew yang lain, agar mendapatkan solusi yang terbaik dan produksi pun tetap berjalan.
 
3.1.3    Paska Produksi
 
            Tahap akhir yang dilakukan adalah paska produksi. Dimana penulis menyimpulkan bahwa tahap paska produksi merupakan tahap final dalam penciptaan karya. Dimana di tahap ini, proses editing merupakan tahap penyelesaian akhir dala sebuah proses produksi. Ditahap ini, penulis sebagai editor menuangkan semua kreatifitas yang dikuasai walaupun terbatas, dan akhirnya pun proses editing berjalan dengan lancar dan selesai tepat pada waktunya.  
                    
3.2       Saran
 
            Saran dari penulis untuk pembaca adalah pada saat pemilihan program untuk Tugas Akhir, adakalanya dipikirkan secara matang dan disesuaikan dengan kemampuan finansial yang ada. Ketika dateline dekat, harus tetap tenang dan tetap dijalankan sesuai planning.
 
JOB DESCRIPTION
 
PRODUSER
DIRECTOR
SCRIPT WRITER
KAMERAWAN
EDITOR
ART & PROPERTY
Konsep program
Konsep director
Penulis naskah
Konsep kamera
Konsep editing
Mempelajari naskah
Working scedule
Konsep & casting list
Konsep penulisan naskah
Kamera report
Laporan editing
Membreakdown naskah berdasarkan kebutuhan
Breakdown budgeting
Director  treatment
Synopsis
Blocking kamera
Logging picture
Menyiapkan property pada saat shooting.
Shoot sched
Shoot script
Karakteristik tokoh
Spesifikasi kamera
Proses program ID
Daily report
Camera card
Scenario
Spesifikasi alat editing
Equipment
Script breakdown sheet
Treatment/scene plot
Surat izin kerja
Lokasi dan foto lokasi
 
(Riezky Adrian, 28/2/2013).
Comments
  1. Rupert Solle says:

    I just want to say I am just all new to blogs and honestly liked you’re web site. Most likely I’m want to bookmark your blog . You amazingly have fabulous article content. Cheers for revealing your web-site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s